Midjourney v6 rilis, dan tiba-tiba semua konsep art gue yang pake DALL-E 3 terasa kurang “nyeni”. Bukan masalah DALL-E jelek—tapi v6 ini bener-benger beda level. Kalo kamu kaya gue, yang tiap hari harus juggle antara kecepatan, kualitas, dan kontrol kreatif, pilihan ini nggak cuma soal “yang paling bagus”. Ini soal workflow dan use case. Gue pakai dua-duanya intensif 3 bulan terakhir buat project klien. Ini perbedaan yang beneran kerasa di lapangan.

Perbedaan Filosofi Dasar: Artist Tool vs Smart Assistant

DALL-E 3 punya filosofi jadi asisten yang paham bahasa natural. Kamu ngobrol santai, dia ngerti. Midjourney v6? Masih kerasa kayak alat buat seniman. Butuh taste dan pengetahuan komposisi buat diekstrak.

DALL-E 3 di ChatGPT itu enak banget buat brainstorming. “Buatin gue logo kopi minimalis, warna earth tone, ada ilustrasi biji kopi.” Done. 4 opsi. Cepat. Tapi hasilnya kadang generic—kayak stock vector.

Midjourney v6? Prompt yang sama tanpa parameter bakal kasih hasil yang lebih “bernyawa”. Tapi kalo cuma prompt simpel, kamu nggak bakal dapet potensi penuhnya. Dia butuh style reference, beratkan kata kunci tertentu, dan paham cara seed bekerja.

Intinya: DALL-E 3 buat yang mau hasil cepat dan “cukup” bagus. Midjourney v6 buat yang mau hasil “istimewa” dan rela mikir dikit.

Proses Prompting: Natural Language vs Weighted Keyword

Di v6, Midjourney akhirnya nerima natural language lebih baik. Tapi trik lamanya masih relevan—malah lebih powerful.

Gue pernah coba prompt: “A cyberpunk ninja in neon-lit Tokyo alley, cinematic lighting, Unreal Engine 5 render style”. Di DALL-E 3, hasilnya langsung oke, tapi lighting-nya flat. Di Midjourney v6, gue tweak jadi: cyberpunk ninja, neon-lit Tokyo alley, cinematic lighting::2, Unreal Engine 5 render style::1.5, –ar 16:9 –style raw. Hasilnya? Lighting-nya punya depth dan volumetric yang jauh lebih kaya.

Parameter –style raw di v6 itu game-changer. Hasilnya lebih obidient ke prompt, kurang “overpainting” ala default Midjourney. Buat kreator yang mau kontrol presisi, ini gold.

Baca:  Photoshop Elements 2025: Solusi Edit Foto Untuk Fotografer Pemula?

Kualitas Visual: Tekstur, Wajah, dan Teks

Ini yang paling kerasa: Midjourney v6 jauh lebih jago render tekstur. Kulit manusia punya pores. Logam punya scratch. Kain punya weave. DALL-E 3 masih terlalu smooth, kayak filter kecantikan berat.

Render wajah? v6 ini brutal akurat. Nggak cuma mata yang tajam, tapi ekspresi yang natural. Gue pernah generate karakter untuk storyboard. Di DALL-E 3, 30% wajahnya masih uncanny valley. Di Midjourney v6? Turun ke 5%. Dan itu cuma yang perlu minor inpainting.

Penanganan teks? DALL-E 3 masih raja. “Coffe Shop 2024” di neon sign? DALL-E 3 benerin typo otomatis. Midjourney v6? Masih sering bikin “Coffe Sh0p 2O24”. Tapi v6 bisa di-trick pakai kutip: “Coffe Shop 2024” di prompt. Work 70% of the time.

Kontrol & Konsistensi: Character Reference itu Nyata

Ini fitur yang bikin gue pindah mayoritas project ke Midjourney v6. Parameter –cref (character reference) dan –sref (style reference) itu bukan gimmick.

Gue punya project komik pendek. Karakter utama harus konsisten panel ke panel. Gue generate base character di v6, terus pakai –cref dengan strength 80. Hasilnya? 8 dari 10 panel punya kesamaan cukup tinggi—cukup buat minor edit di Photoshop. Di DALL-E 3? Musti prompt engineering berat dan masih 4 dari 10 yang mirip.

Style reference juga bikin moodboard jadi executable. Gue taruh 3-4 referensi visual, kasih –sref, dan semua output ikut palet & mood tersebut. DALL-E 3 punya Custom GPT tapi prosesnya lebih lambat dan kontrolnya kurang granular.

Kecepatan & Workflow: Discord vs API

Midjourney masih lewat Discord. Awkward di awal, tapi gue sekarang malah lebih cepat. Kenapa? Karena gue bisa DM bot, bikin channel private, dan scroll history prompt gue. Bisa react dengan emoji buat upscale atau variasi. Ini micro-interaction yang nggak gue sadari sangat mempercepat iterasi.

DALL-E 3 lewat ChatGPT atau API. Buat non-teknis, ChatGPT lebih familiar. Tapi setiap generate harus nunggu satu per satu. Nggak bisa parallel batch kayak di Discord channel. Gue pernah generate 20 konsep sekaligus di Midjourney, tinggal spam prompt. Di DALL-E 3? 20 kali click.

Baca:  Review Capture One Pro: Kenapa Fotografer Studio Lebih Memilih Ini Daripada Lightroom?

API DALL-E 3 emang lebih stabil untuk integrasi app. Tapi Midjourney v6 baru buka API alpha, harga per image masih lebih mahal dibanding DALL-E 3. Jadi buat automation, DALL-E 3 masih menang.

Biaya & Aksesibilitas: Subscription vs Pay-per-Use

Midjourney v6 pakai model subscription. $10/bulan buat Basic (3.3 jam GPU). Gue pakai Pro ($60/bulan) buat unlimited relax mode. Buat kreator intensif, ini jauh lebih murah daripada bayar per image.

DALL-E 3 di ChatGPT Plus $20/bulan, tapi ada limit: 50 message per 3 jam. Ini termasuk semua percakapan, bukan cuma generate image. Buat yang cuma butuh image, ini mahal. API-nya $0.040 per image (1024×1024). Murah buat volume rendah, mahal buat volume tinggi.

Break-even point: Kalo kamu generate >150 image per bulan, Midjourney Pro lebih murah. Kalo <50 image, DALL-E 3 API lebih ekonomis.

AspekMidjourney v6DALL-E 3
Pricing ModelSubscription ($10-$120/mo)Pay-per-use + ChatGPT Plus
Cost per Image (high vol)~$0.01 (unlimited relax)$0.040 via API
Speed (avg)30-60 detik per 4 images10-20 detik per 1 image
Character Consistency⭐⭐⭐⭐⭐ (–cref)⭐⭐⭐ (prompt hack)
Text Rendering⭐⭐⭐ (70% akurat)⭐⭐⭐⭐⭐ (90% akurat)
Texture Detail⭐⭐⭐⭐⭐ (hyper-detailed)⭐⭐⭐ (smooth)
AccessDiscord (web/app)ChatGPT/API

Use Case Nyata: Kapan Pakai Mana

Midjourney v6 Lebih Cocok Untuk:

  • Konsep art film/game yang butuh tekstur realistis dan lighting cinematic. Gue pernah generate environment concept yang langsung disetujui director tanpa revisi.
  • Illustrasi editorial dengan style spesifik. Pakai –sref buat match style guide majalah.
  • Komik/storyboard yang butuh konsistensi karakter. –cref adalah penyelamat.
  • Creative exploration di mana kamu mau iterate 20+ variasi cepat.

DALL-E 3 Lebih Cocok Untuk:

  • Marketing asset cepat yang butuh teks perfect. Social media post dengan tagline? DALL-E.
  • User yang non-designer. Client gue yang CEO bisa langsung generate sendiri lewat ChatGPT.
  • Integration ke app. API-nya stabil dan dokumentasinya jelas.
  • Generate dari dokumen panjang. Bisa referensi 10 paragraf sekaligus.

Kesimpulan: Gua Pilih Midjourney v6, Tapi…

3 bulan ini, gue pindah 80% ke Midjourney v6. Kontrol dan kualitasnya worth the learning curve. Tapi DALL-E 3 masih tetep terbuka di tab sebelah. Buat task yang butuh teks perfect atau generate dari brief panjang, dia juaranya.

Pilihan gue: Midjourney v6 buat heavy lifting kreatif, DALL-E 3 buat quick fix dan client-facing tool. Kalo kamu cuma mau satu, tanya diri: butuh speed & simplicity atau control & quality?

Midjourney v6 itu kayak kamera DSLR manual. DALL-E 3 itu kamera smartphone AI. Keduanya bikin foto, tapi kapan dan gimana pakainya beda jauh.

Yang pasti, kita hidup di era terbaik buat kreator. Dua tool sekaligus bisa saling ngisi. Jangan jadi fanboy, jadi power user aja.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like

Adobe Photoshop Vs Affinity Photo: Hemat Biaya Langganan Tanpa Korban Fitur

Tagihan Creative Cloud datang lagi tiap bulan, dan dada ini sesak melihat…

Review Capture One Pro: Kenapa Fotografer Studio Lebih Memilih Ini Daripada Lightroom?

Kalau kamu pernah ngeliat fotografer studio ngomongin “tethering” sambil cekrek-cekrek, lalu ngeluh…

5 Tools Hapus Background Foto Otomatis Terbaik (Lebih Rapi Dari Remove.Bg)

Kalau kamu kreator, pasti pernah pakai Remove.bg untuk cepat hapus background. Praktis,…

Photoshop Elements 2025: Solusi Edit Foto Untuk Fotografer Pemula?

Kalau kamu fotografer pemula yang pengen edit foto tapi ngerasa Photoshop terlalu…