Kalau kamu fotografer pemula yang pengen edit foto tapi ngerasa Photoshop terlalu rumit dan mahal, situasinya familiar banget. Dulu saya juga bingung mau mulai dari mana, sampai akhirnya coba Photoshop Elements. Versi 2025 ini ternyata punya jawaban menarik buat kamu.

Bedanya Photoshop Elements 2025 vs Photoshop CC?

Pertanyaan paling awal yang muncul: “Bukannya sama aja?” Enggak. Photoshop CC itu power tool buat profesional yang butuh kontrol mikroskopik. Photoshop Elements? Think of it as Photoshop yang sudah dibeautify dan diberi GPS buat nggak tersesat.

Elements pakai sistem one-time purchase sekitar Rp 1,5 jutaan. Photoshop CC? Subscription mulai Rp 200 ribu per bulan. Matematikanya jelas. Tapi yang lebih penting: Elements nggak ada ribetnya layer mask manual, pen tool, atau action recording yang bikin pusing.

Adobe nyebut Elements sebagai “editor foto otomatis yang pintar”. Di versi 2025, AI Sensei-nya semakin agresif membantu. Bukan cuma sekadar buzzword, tapi beneran ngerasain bedanya waktu edit 200 foto wedding dalam sehari.

Fitur AI yang Beneran Nolong, Bukan Cuma Gimmick

Bayangin: kamu punya foto portrait dengan background ramai. Di Photoshop CC, butuh 15 menit pakai Select & Mask. Di Elements 2025? Klik Auto Selection, AI langsung bedain subjek dan background dalam 3 detik. Akurasi? Sekitar 85-90% untuk foto dengan kontras jelas.

Fitur Remove Object juga makin canggih. Saya coba hapus tiang listrik dari foto landscape. Hasilnya nggak sempurna—masih ada blur aneh di area tepatnya—but untuk ukuran pemula yang butuh cepat, acceptable banget. Nggak perlu clone stamp manual.

Yang paling bikin terkesan: Depth of Field AI. Kamu bisa bikin bokeh ala-ala kamera full-frame padahal foto dari smartphone. Tapi hati-hati, kalau overdo, hasilnya terlihat fake. Saya sarankan intensity di bawah 60% biar masih natural.

Guided Edits: Guru Pribadi di Dalam Software

Ini fitur paling underrated. Elements punya 60+ guided edits yang step-by-step. Misalnya, mau bikin double exposure effect? Tinggal ikuti 8 langkah dengan instruksi visual. Nggak perlu buka 20 tab tutorial YouTube.

Baca:  5 Tools Hapus Background Foto Otomatis Terbaik (Lebih Rapi Dari Remove.Bg)

Saya pernah bantu temen edit foto produk untuk jualan online pakai guided “Perfect Product Shot”. Dari foto biasa jadi kayak foto studio dalam 5 menit. Guided edits ini kayak training wheels yang bisa dilepas kapan aja kalau udah pede.

Quick Mode vs Expert Mode: Pilih Levelmu

Quick Mode itu untuk yang literally baru pertama kali buka software. Semua jadi slider: terangin, warnain, sharpen. Nggak ada istilah teknis. Saya kasih ini ke adik saya yang umur 14 tahun, langsung paham.

Expert Mode? Ini yang bikin Elements nggak cuma mainan. Kamu tetap bisa akses layer, adjustment layers, dan selection tools—hampir 70% kemampuan Photoshop CC. Bedanya, UI-nya lebih clean dan nggak overwhelming.

Statistik konkret: sekitar 80% kebutuhan edit fotoku (color grading, retouching, compositing dasar) bisa dikerjakan di Expert Mode. Sisanya? Kalau butuh advanced masking atau 3D, ya memang harus pindah ke CC.

Organizer: Digital Asset Management Pemula

Kamu punya 10.000 foto ngambang di hardisk? Organizer di Elements 2025 bisa auto-tag berdasar objek, wajah, bahkan kualitas foto. Saya test dengan 500 foto liburan: auto-taggingnya akurat 75%. Masih salah tag “pantai” jadi “kolam renang”, tapi cukup membantu cari foto cepat.

Fitur Auto Curate juga menarik. AI bakal pilih foto “terbaik” dari sekian banyak shot. Berguna buat seleksi foto wedding yang kadang ada 5-10 frame serupa. Tapi selera AI nggak selalu sama dengan selera manusia, jadi tetap perlu cek manual.

Performance di Real World

Saya jalanin Elements 2025 di laptop mid-range: Intel i5 gen 11, 16GB RAM, SSD. Buka software: 8 detik. Render effect AI: 3-5 detik per foto. Export 100 foto JPEG (ukuran 4000px) pakai batch processing: 12 menit.

Bandung dengan Photoshop CC di spek sama? Buka CC butuh 15 detik, render effect AI (Neural Filters) 8-10 detik. Elements memang lebih snappy karena codebase-nya lebih ringan.

Tapi ada trade-off: Elements nggak support GPU acceleration se-agresif CC. Kalau edit RAW file dari kamera 45MP, masih agak laggy waktu zoom 100%.

Harga dan Value Proposition

Photoshop Elements 2025 dijual sekalian bayar sekitar $99 (Rp 1,5 juta). Bandingkan dengan Photoshop CC + Lightroom bundle yang $9,99/bulan. Break even point-nya di bulan ke-10.

Baca:  Review Capture One Pro: Kenapa Fotografer Studio Lebih Memilih Ini Daripada Lightroom?

Tapi value Elements nggak cuma di harga. Kamu dapet web companion dan mobile sync via Adobe Revel. Bisa start edit di PC, lanjut di tablet. Bukan full cloud kayak CC, tapi cukup buat workflow modern.

FiturPhotoshop Elements 2025Photoshop CC
HargaRp 1,5 juta (sekali)Rp 200 ribu/bulan
AI FeaturesBasic (Auto Select, Remove Object)Advanced (Neural Filters, Generative Fill)
Learning CurvePendek (Guided Edits)Curam
RAW ProcessingBasic (Camera Raw Lite)Full Camera Raw
Plugin SupportTerbatasFull

Kekurangan yang Perlu Dipertimbangkan

Jujur, Elements bukan untuk semua. Kalau kamu butuh CMYK color mode untuk print produksi, lupakan. Elements hanya support RGB. Saya pernah kena batu waktu client minta file buat cetak offset, harus export ulang via CC di studio lain.

Plugin support juga terbatas. Nggak bisa install VSCO presets atau Nik Collection versi terbaru. Hanya plugin khusus Elements yang jumlahnya sedikit.

Dan yang paling kentara: no generative AI kayak Generative Fill di CC. Mau tambah objek? Harus manual copy-paste dari foto lain. AI di Elements lebih ke “perbaiki” bukan “ciptakan”.

Peringatan: Photoshop Elements 2025 adalah software 64-bit only. Pastikan OS-mu Windows 10/11 atau macOS 11+. Saya tahu temen masih pakai MacBook 2012 nggak bisa install.

Untuk Siapa Sih Software Ini?

Elements 2025 tepat sasaran buat:

  • Fotografer hobi yang edit di bawah 200 foto per project
  • Content creator yang butuh edit cepat untuk Instagram/TikTok
  • Pebisnis online yang edit produk sendiri
  • Orang tua yang mau edit foto keluarga tanpa belajar 6 bulan

Tapi kalau kamu fotografer pro yang handle wedding 1000+ foto, butuk advanced retouching (dodge & burn mikro), atau kerja di agency, skip aja. Langsung ke Photoshop CC + Lightroom.

Verdict Praktis dari Penggunaan 3 Bulan

Saya pakai Elements 2025 untuk project personal dan beberapa client kecil. Hasilnya? 90% puas. Workflow lebih cepat untuk edit standar. Tapi untuk project komersial besar, masih balik ke CC.

Software ini kayak Swiss Army Knife editing foto. Multifungsi, portable, cukup untuk sebagian besar kasus. Tapi bukan scalpel bedah yang presisi.

Investment Rp 1,5 juta itu worth it kalau kamu masih dalam fase “serius tapi belum pro”. Setidaknya bisa dipakai 3-4 tahun tanpa upgrade. Saya pakai Elements 2021 sampai 2024 masih lancar, baru upgrade karena penasaran AI-nya.

Yang pasti, jangan beli kalau cuma buka 5 foto sebulan. Pakai Canva atau Snapseed gratis aja. Tapi kalau edit foto udah jadi hobi yang sering, Elements adalah gateway drug ke dunia editing yang tepat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like

Lightroom Mobile Vs Vsco: Mana Yang Filter Estetiknya Paling Natural?

Sebagai kreator yang tiap hari berhadapan dengan puluhan foto untuk konten, aku…

Review Capture One Pro: Kenapa Fotografer Studio Lebih Memilih Ini Daripada Lightroom?

Kalau kamu pernah ngeliat fotografer studio ngomongin “tethering” sambil cekrek-cekrek, lalu ngeluh…

Review Midjourney V6: Sebagus Apa Hasilnya Dibandingkan Dall-E 3?

Midjourney v6 rilis, dan tiba-tiba semua konsep art gue yang pake DALL-E…

5 Tools Hapus Background Foto Otomatis Terbaik (Lebih Rapi Dari Remove.Bg)

Kalau kamu kreator, pasti pernah pakai Remove.bg untuk cepat hapus background. Praktis,…