Sebagai kreator yang tiap hari berhadapan dengan puluhan foto untuk konten, aku tahu betul frustasinya: cari filter yang kece tapi nggak bikin foto keliatan plastic. Lightroom Mobile dan VSCO jadi dua andalan utama, tapi pertanyaannya—mana yang beneran hasilnya natural?
Sudah coba keduanya bertahun-tahun untuk berbagai proyek, dari foto produk, potret klien, sampai konten Instagram pribadi. Dan jawabannya? Nggak sebatas “yang mana lebih bagus” tapi “untuk apa dan gaya kamu gimana”.
Natural itu Subjektif: Apa yang Kamu Cari?
Sebelum bandingin, kita harus sepakati dulu: natural itu bukan cuma soal warna yang flat atau tanpa sentuhan. Bagi aku, natural berarti foto tetap terasa real—tekstur kulit masih kelihatan, warna kulit nggak jingga, highlight nggak terbakar, dan detail bayangan masih ada.
VSCO punya reputasi kuat di filter film-like yang emosional. Lightroom Mobile? Jagoannya yang butuh kontrol mikro untuk hasil yang tetap organik. Dua filosofi berbeda.

Kualitas Filter: Preset Bawaan vs Preset Premium
Kalo ngomongin filter bawaan, VSCO masih juaranya dalam hal curated aesthetic. Preset mereka seperti A6, M5, atau E8 punya karakter kuat tapi tetap halus. Bisa langsung one-tap dan foto terasa berbeda tanpa kelewat overcooked.
Lightroom Mobile? Preset bawaannya agak generic—banyak yang terlalu aman atau malah terlalu dramatis. Tapi ini jebakan batman: kekuatan Lightroom ada di custom preset yang bisa kamu bangun dari nol atau beli dari kreator favorit. Aku sendiri punya koleksi preset portret yang bikin tone kulit konsisten, sesuai brand aku.
Skin Tone: Titik Kritis Buat Kreator
Ini yang paling kentara. VSCO seringkali struggle dengan tone kulit Asia—bisa jadi terlalu kuning atau terlalu merah. Filter film-like-nya kadang nambahin grain dan color cast yang nggak semua orang suka.
Lightroom Mobile dengan Color Grading dan HSL panel memberi kontrol penuh. Bisa tweak orange channel (warna kulit) tanpa ganggu warna lain. Hasilnya? Portret tetap clean, kulit terlihat sehat, bukan plastik.
Kontrol Editing: Fleksibilitas vs Kecepatan
VSCO itu snappy. Buka, pilih filter, adjust exposure sedikit, selesai. Total 30 detik. Cocok buat konten harian yang butuh cepat. Tapi begitu kamu butuh tweak spesifik—misalnya recover highlight di balik jendela—VSCO terbatas.
Lightroom Mobile? Butuh 2-3 menit per foto kalo mau maksimal. Tapi tools-nya lengkap: Dehaze, Texture, Clarity, Curves, Selective Edit. Pernah edit foto makanan di restoran redup, aku recover highlight di saus dan boost texture di daging—semua tanpa ganggu area lain. Hasilnya natural karena edit-nya tepat sasaran.
Workflow: Dari Shoot ke Post
Kalo kamu fotografer yang shoot RAW lewat kamera mirrorless, Lightroom Mobile adalah must-have. Import RAW via SD card reader, edit full resolution, export TIFF. VSCO? Nggak support RAW dari kamera pro—hanya RAW dari smartphone tertentu.
Tapi kalo kamu kreator konten mobile-first, VSCO lebih ringan. Bisa langsung import dari galeri, edit, dan schedule posting lepas VSCO Spaces. Lightroom butuh langkah ekstra: export dulu baru upload.
| Fitur | Lightroom Mobile (Gratis) | VSCO (Membership) |
|---|---|---|
| RAW Support | ✓ (Kamera & Smartphone) | ✓ (Hanya Smartphone) |
| Color Grading | ✓ Full control | ✗ (Hanya filter bawaan) |
| Selective Edit | ✓ (Gratis, 1 brush) | ✓ (Membership) |
| Preset Kualitas Tinggi | Butuh beli/download | ✓ (200+ bawaan) |
| Export Quality | Max 2048px (gratis) | Max 4K (membership) |
| Harga | Gratis, $4.99/bulan premium | $29.99/tahun |
Estetika Natural di Kedua Dunia
Aku sering pakai VSCO untuk personal project—foto jalanan, momen daily life. Filter M5 atau C series memberi nuansa emosional tanpa terlihat usaha keras. Tapi untuk client work dan portofolio profesional, Lightroom Mobile jadi andalan.
Triks buat hasil natural di VSCO: selalu turunin opacity filter ke 6-8. Jangan pernah 10 maksimal. Dan matikan grain kecuali memang mau efek film kuat. Di Lightroom? Hindari clarity berlebihan. Keep it below +15. Texture lebih aman untuk detail.
Harga dan Value Proposition
VSCO Membership $29.99/tahun memberi akses semua filter, video editing, dan VSCO Spaces. Worth it kalo kamu mau koleksi filter lengkap dan nggak mau ribet. Lightroom Mobile premium $4.99/bulan tapi butuh paket Creative Cloud $9.99/bulan buat sync ke desktop dan full resolution export.
Tapi ada jalan tengah: pakai Lightroom versi gratis untuk selective edit dan color grading, beli preset dari kreator lokal (sekitar Rp 50-150 ribu per paket). Lebih murah dan presetnya udah di-tune untuk fotografi Indonesia.
Intinya: VSCO untuk kecepatan dan estetik film yang emosional. Lightroom Mobile untuk kontrol total dan hasil natural yang konsisten. Banyak kreator pro malah pakai keduanya: Lightroom untuk base edit, VSCO untuk final touch nuansa.
Rekomendasi Berdasarkan Use Case
Pilih VSCO kalo:
- Konten Instagram daily, butuh cepat
- Suka estetik film, moody, grainy
- Nggak mau pusing mikir setting teknis
- Budget terbatas tapi mau hasil jadi
Pilih Lightroom Mobile kalo:
- Edit RAW dari kamera pro
- Butuh konsistensi warna brand/client
- Portret dan wedding photography
- Mau belajar color grading profesional

Final Verdict: Natural itu Tentang Kontrol
Filter “paling natural” nggak ada jawaban mutlak. Tapi kalo natural bagimu berarti foto tetap terasa seperti aslinya, hanya lebih polished, maka Lightroom Mobile menang telak. Kontrol di HSL, curves, dan selective edit memastikan setiap tweak meningkatkan foto tanpa mengubah karakter asli.
VSCO bisa natural juga, tapi butuh lebih banyak restraint—jangan terjebak pakai filter full opacity. Kekuatannya di karakter, bukan akurasi.
Aku pribadi? Lightroom Mobile untuk 80% pekerjaan profesional. Sisanya, VSCO buat eksperimen dan konten personal yang butuh vibe instan. Dua-duanya ada di hp, tapi tugasnya beda. Pilih sesuai kebutuhan, bukan hype.




